ala bahasaku
jika ”jujur” adalah menyampaikan segala sesuatu apa adanya, tidak kurang, tidak lebih, maka aku tidak percaya adanya manusia jujur.
mengapa?
coba deh kita ngobrol tentang sesuatu yang baru saja terjadi, yang kita alami atau dialami orang lain. pasti deh ada bagian yang tanpa sengaja kita lebihkan atau kita kurangkan.
atau, ngobrolin cerita film deh, pasti ada bumbu dari fantasi penafsiran kita
nb ;
bingung bangets dengan maksud iklan lowongan kerja yang mencantumkan ”jujur” sebagai salah satu syarat.
satu geminiku ngomong dengan pedih ; kalo kita ngelamar pekerjaan itu, kita ngoyo dong kalo kita adalah ”orang jujur”. masa’ orang jujur bisa ”ngoyo”?
satunya geminiku ngomong dengan sinis ; memangnya si pengiklan itu orang jujur?
bingung bingung bingung
…..