beberapa waktu lalu, abahku mengenalkanku pada kehidupan tanpa kenikmatan yaitu…..
aku bangun tidur pagi sekali alias aku tidak tidur dengan puas. aku mandi dengan air hanya seember alias aku masih penuh daki. aku memakai baju yang sama selama berhari-hari alias baru kucuci setelah berhari-hari kukenakan dan dengan sedikit sabun. aku makan saat pening oleh lapar dan ngga pake nambah. aku tidur dengan kasur berdebu dan spreinya kujadikan selimut. dll…dll…dll…
lalu,…
suatu hari, temanku mengajakku ke warung dan di sana aku melihat pisang goreng yang telah dingin dan lembek alias sama sekali tidak mengundang selera, tapi…..
hap!
aku melahap dan seketika orang-orang di sekelilingku tercengang melihat ngilerku….
yeah,
inilah kejadian yang memberitahuku betapa tragisnya kehidupan yang kujalani, alias,….
sobs,
apa kamu pernah mengenal dan menjalani kehidupan tanpa kenikmatan?
*anehnya, dalam masa ini, badan yisha ngga kurus kering, tapi bengkak alias gemuk bangets!haha kenapa ya? apa ini tanda bahwa ‘’kehidupan tanpa kenikmatan’’ itu tak ada? ataukah ini tanda bahwa ‘’ada kenikmatan dalam tragisnya kehidupan’’ yang yisha jalani? hm, kayaknya sih ini tanda bahwa yisha ‘’menikmati tragisnya kehidupan’’ yang yisha jalani…….eh?
p.s ;
tentu saja, kejadian ini juga memberitahuku bahwa mengikuti kemauan napsu (dalam bentuk sekecil apa pun) adalah salah. betapa tidak, andai aku mengikuti kemauan akalku, tidak mungkin aku ngiler alias ngga ada yang bakalan ngiler oleh pisang goreng yang dingin dan lembek kaleeeeeee…….
*malu-maluin ala yisha






