‘’Malam ini juga dia pergi’’ ucap mama tegas, lalu melangkah ke pintu memanggil para pengawalnya.
‘’Tidak akan’’ sahut kakak, sambil berdiri, dengan genggaman tangannya yang mengajakku ikut berdiri ‘’Dia tinggal di sini, bersamaku.’’
‘’Aku tak akan mengijinkanmu’’ sahut mama.
‘’Aku tidak memerlukan ijin’’ jawab kakak.
Mata mama memerah oleh amarah. ‘’Lalu apa yang akan kau lakukan? Dia adikmu, tapi sikapmu jelas sekali bukan sikap seorang kakak. Apa yang akan kalian lakukan saat hanya berdua di tempat ini? Jangan lupa, kau sudah memberi tahu orang-orang bahwa dia adikmu.’’
‘’Kami tidak serendah itu’’ sahut kakak ‘’Dan, pengakuanku pada orang-orang bahwa dia adikku adalah ijin yang membuat kami bisa tinggal bersama. Mama tak perlu mencemaskan soal nama baik.’’
Mata mama dan kakak beradu, saling mempertegas maksud kemauan hati. Aku menunduk, merengkuh lengan kakak sambil tetap menggenggam jemarinya.
Dua pria besar masuk ke ruangan tempat kami berada.
Mama memandang mereka dan memberi perintah sambil menunjukku ‘’Bawa dia pergi!’’
‘’Tetap di tempat!’’ tahan kakak.
‘’Jangan dengarkan dia. Seret sampah itu ke luar dari sini!’’ sahut mama.
Kedua pengawal itu mendekati kami.
Kakak menghalau mereka dengan satu tangannya, tapi mereka terlalu kuat. Kesigapanku memerintahkan tubuhku bergerak untuk memulai perkelahian.
‘’Akhirnya, aku bisa melakukan ini dan kau tak boleh melarangku’’ ucapku, dengan kerling goda, memohon ijinnya, untuk menikmati perkelahian.
‘’Kau memang harus jelek’’ sahut kekasihku, sok mengejek perkelahian yang akan memperparah paras wajahku.
Aku tertawa kecil.
Bergerak cepat mengikuti langkahnya ke luar ruangan dengan satu tangan tetap menggenggam jemarinya, dan kedua kaki yang berebut waktu antara menendang dan berlari.
Mama menjerit, memanggil para pengawal lebih banyak.
Aku dan kekasihku berputar-putar di ruangan, menghindari pukulan dan tendangan yang sesekali berhasil menghantam tubuh kami.
Darah mulai mengalir ke luar dari anggota tubuh. Beberapa tetes berhasil melicinkan lantai, membuat kami beberapa kali terpeleset. Kekasihku tampak sangat kelelahan. Napasnya tersengal, tak cukup waktu untuk menghirup udara karena kami harus terus bergerak. Maka, aku menggenggam tangannya lebih kuat, lalu menarik tubuhnya untuk kupeluk, kemudian kuhempaskan tubuhku ke lantai dan berguling menindihnya, menikmati pukulan dan tendangan yang mendera kami.
‘’Jangan’’ rintih kakak, berusaha melonggarkan pelukanku, dan aku tetap mempertahankan diriku untuk tetap menindihnya.
‘’Hentikan!’’ perintah mama, tentu saja karena mengkhawatirkan kakak.
Pukulan dan tendangan itu pun berhenti.
Aku melonggarkan pukulanku, tapi kakak malah mempererat pelukannya padaku.
‘’Dia harus pergi!’’ ucap mama, pada kakak, sambil mendekatkan jaraknya dengan kami.
‘’Jangan’’ ucap kakak, padaku, dengan rintih.
Aku menjawab dengan kerling mata sok membantah sambil bangkit untuk membantunya berdiri. Kualihkan pandanganku ke arah mama dan tersenyum dengan kebahagiaan tanpa nodaku.
‘’Bagaimana pun, aku tetap berterima kasih…’’ ucapku, pada mama, meski mimik mama jelas-jelas menistakanku ‘’ …pakaian dan selimut yang kau balutkan di tubuhku cukup menghangatkanku.’’
‘’Kau lupa,…’’ sahut mama sinis dan kejam ‘’… saat itu, aku baru melahirkan, aku masih belum bisa bangun dari tempat tidur. Jadi, yang melakukan itu adalah perawat, tak mungkin aku!’’
***
ps ;
rasanya, ngga mungkin bangets ada seorang ibu yang menistakan anaknya…..
yeah, saat menulis bagian ini, yisha sedang tergila-gila pada kata nista, penistaan, menistakan….. ![]()
yap, kasih tau yisha jeleknya yaaaa…….







Agustus 16, 2012 pada 9:23 am
ajib…pergi kemana yisha..mudik ya
yisha ;
terserah yang ngeboncengin, a…….
aa mudik a…..?????????
Agustus 16, 2012 pada 9:28 am
Waduh..
Terkecoh lagi deh aku dengan cerita ini..
Kalo kerling mata tuh apa ? Kurang ngerti
Lanjutkan..
yisha ;
kayaknya sih…melirik…….????
makasih yaaaaa……..
Agustus 16, 2012 pada 10:06 am
rempong deeeh..;-P
yisha ;
rempong bangets deeeh……
Agustus 16, 2012 pada 11:10 am
hmmmmm….
‘yisha….
yisha ;
hmmmmm……ka…..???????
Agustus 17, 2012 pada 4:45 am
Agak panjangan gini malah asik bacanya
yisha ;
makasih, ka
yisha malah merasa ini jelek, ngga menceritakan suasana dan keadaan dengan tepat…..
Agustus 18, 2012 pada 1:39 pm
iya Yish emang jelek kok #uppst kan yisya yg minta di ejek….
yisha ;
dijelekin, ka, bkan diejek!haha
Agustus 17, 2012 pada 10:00 pm
perjuangan yg mengharukan….
yisha ;
masa sih? jangan nangis ya ka……
Agustus 23, 2012 pada 1:57 pm
Waktu baca pas adegan berkelahi, ngebanyangin berkelahinya ky adegan slow motion film the matrix, mantep…
yisha ;
makasih, ka, makasih makasih makasih………*masa sih?
Agustus 28, 2012 pada 8:08 pm
Asik ya ceritanya, ngalir banget, kalo ane bikin cerita malah terlalu menjelaskan latar dan nyaris ga bisa bikin konflik –” hahaha
yisha ;
sungguh ka? ngalir bangets? yisha malah merasa masih tersendat…….makasih ka, makasih…..
Agustus 29, 2012 pada 9:32 pm
Mau tau ajah atau mau tau banget? Hahaha
iya, beneran, konfliknya asik
yisha ;
mau tau bangetssssssssssss……..
makasih ka makasih makasih makasih makasih……….