( “wow” nya hidupku )

tagline : bukan aku vs aku bukan aku

visi : jadi diri sendiri itu tidak mungkin

intisari : prolog 20 juni

duarrr!! kesunyian malam itu pecah. orang-orang yang terlelap segera terjaga dengan keterkejutan yang mengundang panik. kekacauan otak dan dan tubuh mereka teresa mengantar menuju rumah keluarga kaya dermawaan yang dilahap api. menit waktu bergerak cepat oleh permainan api dan air yang dipenuhi kericuhan. kengerian tiba oleh sebab pemandangan penyayat hati : puing-puing rumah dan kerangka hitam yang masih mengepulkan asap.

pendahuluan : dhevanie vandhi dan ibunya, dheviani, hidup menjelajah hutan-hutan terpencil yang tak termuat di peta. meski begitu, dheviani menajari banyak hal pada dhevan, termasuk tentang dunia luar.

isi ; dhevan beranjak remaja, 13 tahun. dheviani mengutusnya ke kota, menelusuri jejek ayahnya, tanpa memberinya petunjuk bagaimana-kamana mesti mencari. baginya penelusurannya tak menghasilkan apa-apa kecuali kebingungannya pada kehidupan kota. tidak demikian bagi penguasa kota, kehadiran dhevan justru mengusik, membuka cerita lama, jejak kekejamannya meraih sukses

penutup : penguasa kota bagai dihantui dhevan. ketakutan pada dhevan, tanpa siapapun tau dan mengerti sebabnya. lalu pada puncak ketakutannya, cerita masa lalunya diakuiya pada dhevan. pengungkapan masa lalu tersebut menghantam dhevan. lalu dheviani muncul, menyanga dhevan untuk tidak terhempas. tapi kebenaran yang dibawa dheviani, menjatuhkan dhevan.

keterangan 1 : “bukan aku” adalah perasaan dhevan pada kota yang bagai membohongi perasaan alamnya. “aku bukan aku” adalah kenyataan bahwa kehidupan dhevan di hutan bukan untuk mendekatkannya pada alam, tapi untuk mempersiapkannya membalas dan mengunkap kejadian yang dialami ayahnya.

keterangan 2 : “vadha, sang sahabat alam” adalh cerpenku untuk bab awal

epilog : 16 juni dheviani meraih bayi mungilnya dari uluran tangan vandhito untuk mendekap dalam dekapan amannya. “kau harus pergi” ucap vandhito dengan kata hati yang dipenuhi penolakan ” maaf, maafkan aku.” dheviani memandang vandhito dengan kasih yang dipenuhi pemahaman. diraihnya jemari vandhito untuk mengecup, tapi gagal oleh pelukan suaminya. “aku bodoh sekali” ucap vandhito menyuarakan kata hati “aku bodoh sekali”

dheviani   diam  dalam  pelukan  suaminya.  geliat  bayi mungil  mereka  mencoba  memberi  kekuatan.

“ough”  ucap  vandhito  dan  dheviani  bersamaan  dengan   senyum  di  sudut  bibir.  sesaat  dheviani  menengadah,  menatap  mata  suaminya  yang  juga  tengah  menatapnya.  lalu  senyum  di  bibir  keeduanya  merekah.

“kami  akan  baik-baik  saja”  ucap  dheviani.

vandhito  mengangguk.  jemarinya  mengusap  liontin  di  leher  anaknya.

“dhevanie  vandhi’  ucapnya  “anakku”

dikecupnya  anaknya  dan  isterinya  lalu  memeluk  mereka  dengan  bisik  “aku  juga,  aku  akan  baik-baik  saja,  pasti  baik-baik  saja”.

“what  a  life”

tagline not  me  vs  i  am  not  me

theme :  a  nature-thriller

vision :  impossible  to  being  me

story  ; dhevanie  vandhi  and  his  mother  dheviani,  lived  by  reach  the  nature  forest.  dhevan  so  closed with  the  nature.he  does  not   know  that  they lived  in  the  forest  to  prepare  dhevan  to  get  revenge  his  father’s  life

more :  ”not  me”  is  dhevan’s  feeling  about  the  nature  in  the  city

”i  am  not  me”  is  the  dhevan’s  fact  that  his  lives  was  build  by  his  father  and  mother

”vadha,  the nature’s  greatest  friend”  is  my  short   story  that  brings  this  idea

Tinggalkan Balasan